Showing posts with label Sifat-sifat Pemuda Islam. Show all posts
Showing posts with label Sifat-sifat Pemuda Islam. Show all posts

Sifat sabar disukai Oleh allah

       ALlaH SuKa KePaDa HamBanyE YaNg BeRSaBar


Hidup kita di dunia yang sementara ini adalah untuk mengabdikan diri kepada Allah s.w.t. Anggaplah pengalaman lama sebagai iktibar dan kita harus bersyukur kerana kita masih hidup dalam keadaan beriman. Kita diberikan Allah kesihatan tubuh badan dan memiliki rezeki yang tidak putus-putus. Masih mampu berfikir dan masih mampu melaksanakan kewajipan kita kepada Allah s.w.t. Maka tanda kita bersyukur dan meredhai Allah s.w.t maka kita perlulah baik sangka dengan Allah dan menganggap qadha' dan qadar yang telah berlaku itu yang paling baik Allah tetapkan untuk kita. Dengan keyakinan ini akan hilang perasaan kecewa, putus asa, forbia, truma, takut, bimbang, risau, gelisah dan ragu-ragu. 



Hati orang Mukmin tidak pernah takut apa yang akan ditetapkan Allah s.w.t. untuk masa depannya. Kekasih kita yang Maha Berkuasa akan beri dan pilih sesuatu yang baik dan Dia akan menambahkan lagi rezeki dan akan sentiasa menjaga kita dari bala dan bencana dan sentiasa mendorong kita melakukan kebaikan dan amal-amal soleh. 


Sekiranya kita diuji dengan penyakit maka bersabarlah ini semuanya ada hikmah yang baik untuk kita sedangkan kita tidak mengetahui hikmah Allah berikan penyakit itu pada diri kita. Ianya mungkin kafarah atau penghapusan dosa-dosa kita yang pernah kita lakukan kepada Allah s.w.t. 

Kifarah adalah balasan Allah di dunia akibat dosa yang dilakukan oleh seorang hambanya, juga ujian-ujian Allah itu boleh berlaku, yang mungkin melibatkan kematian orang yang dikasihi, kehilangan harta benda ataupun penyakit, tidak kira sama ada penyakit tersebut berlaku dalam tempoh masa yang lama ataupun sekejap bergantung kepada ketentuan (qadha’) Ilahi atau buat selama-lamanya sehingga mati. 

Selagi ketentuan (qadha’) bagi sakit itu belum menepati qadha’ Allah, maka sakit (kifarah) tadi tidak akan sembuh biarpun pelbagai usaha dilakukan oleh manusia jelas disini membuktikan bahawa ada di antara penyakit itu akan sembuh dengan sendiri biarpun tanpa usaha manusia untuk mendapatkan kesembuhan ataupun tidak akan sembuh biarpun banyak usaha untuk menyembuhkannya telah dilakukan. 

Sesungguhnya, apabila Allah s.w.t. itu mengaishi seseorang hamba Ia akan mengujinya. Dan apabila Ia mengujinya, sama ada dengan menurunkan penyakit dan sebagainya, Allah akan memberikan kesabaran. Dalam menghadapi cubaan seperti ini, kesabaran adalah paling utama. 

Firman Allah s.w.t maksudnya : "Sesungguhnya orang yang bersabar akan diberikan pahala mereka tanpa hisab"  (Surah az-Zumar: 10). 

Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata, Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Allah tidak menurunkan penyakit melainkan pasti menurunkan ubatnya.”  (Hadis riwayat Al Bukhari) 

Selain ubat, do'a juga penting untuk cepat menyembuhkan penyakit. Berdo'a bererti memohon kepada Allah yang Maha Mengetahui penyakit yang kita deritai dan Dia yang Maha Berkuasa dapat menyembuhkannya. Bersungguh-sungguhlah berdoa kepada Allah. 

Firman Allah dalam al-Quran surah Al-Baqarah ayat 186 yang bermaksud: “Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) mengenai Aku, maka sesungguhnya Aku ini dekat. Aku mengabulkan permintaan orang yang berdoa, jika ia benar-benar memohon pada-Ku.”
Allah s.w.t. menetapkan martabat seseorang pada maqam-maqam tertentu. Namun amalan-amalan yang dilakukan olehnya tidak membolehkannya mencapai martabat yang ditetapkan. Untuk membolehkan hamba berkenaan mencapai martabat tadi, Allah akan mengujinya, mungkin dengan menurunkan bala ke atasnya, seperti sakit, kemalangan jalan raya, kehilangan pancaindera dan sebagainya. Apabila diberi ujian maka Allah akan memberi kesabaran. Dengan ini hamba berkenaan akan mencapai martabat tersebut. Demikianlah kehendak Allah terhadap hambanya yang dikasihi. 

Sayyidatina Aishah ada berkata, bahawa baginda Rasulullah ada bersabda yang bermaksud: "Tidak menimpa ke atas seorang mukmin satu kecelakaan, biarpun duri,ataupun lebih daripada itu, melainkan Allah akan menggugurkan dengannya satu dosa." (Maksud hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim) 

Dalam sebuah hadis lain Rasulullah s.a.w. juga pernah bersabda yang bermaksud: "Rintihan orang sakit tercatat sebagai tasbih, kegelisahan dan jeritannya sebagai tahlil, nafasnya seumpama sedekah, tidurnya sebagai ibadah dan kegelisahannya,daripada satu,bahagian ke satu bahagian lain adalah bagaikan jihad kerana Allah s.w.t. dan ditulis baginya sebaik-baik amalan yang pernah dilakukan semasa sihat." 

Tidak dinafikan bahawa setiap sesuatu itu berlaku, mempunyai sebab musabab,dan boleh dikaitkan dengan tingkah laku manusia, namun pada hakikatnya di sebalik fakta-fakta yang dapat diterima akal rasionalnya, qadha’ dan qadar Ilahi itu mengandungi rahsia-rahsia Ilahiyah yang tidak difahami oleh manusia. 

Marilah sama-sama bersyukur, bersabar dan bertawakkal kepada Allah. Hati dan jiwa orang Mukmin akan sentiasa tenang dan damai apabila Allah s.w.t menjadi rujukannya. Segala permohonan, permintaan dan rintihan hanya ditujukan kepada Allah. Apa yang berlaku pada dirinya atau pada keluarganya semuanya baik belaka kerana dia yakin Allah tidak akan meningalkan dirinya keseorangan. Hatinya sentiasa mengingati Allah dan lidahnya sentiasa berzikir memuji keagongan-Nya. Dia mengharap redha Allah samaada di dunia dan hari akhirat.

BERJIHAD LAH

Perlukah berjihad???
Berjihad itu penting krn pada zaman nabi dahulu dgn berjihad krn allah lah islam dpt dipertahankan dan digeruni oleh org2 bkn islam sehingga lah zaman shbt dan seterusnya .Islam tersebar luas pada zaman umar al khatab yang mane beliau merupakan ketua panglima dan khalifah yang berani dlm jihadnye.Kemudian nye di ikuti oleh shbt2 nabi yg lain dan seterusnya.Mereka  tidak takut pade musuh2 islam dan perasaan tkot nye hnye pada allah sahaje.... 
Dalam Qur’an, Surah Al-Anfal (8), ayat 39
Allâh berkata:
Wahai umat Muslim, perangi mereka sampai tiada fitnah lagi dan agama Allâh ditegakkan sepenuhnya.

Hadis Sahih Bukhari, vol. 1, no. 24; Hadis Sahih Muslim, vol. 1, no. 29:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar bahwa Rasul Allâh berkata:
Aku telah diperintahkan untuk memerangi orang² sampai mereka bersaksi tiada tuhan selain Allâh, dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allâh, dan melakukan kewajiban sholat, dan bayar zakat. Jika mereka melakukan hal itu, maka darah dan kekayaan mereka akan selamat daripadaku, dan perbuatan mereka akan dipertimbangkan oleh Allâh.

Ada lima macam jihad yang dianjurkan dalam islam dan empat diantaranya sangat aplikatif dalam kehidupan saat ini. Empat macam jihad itu adalah sebagai berikut.
1.     Jihad Melawan Nafsu
Jihad yang pertama adalah menlawan nafsu kita dalam hari-hari kita. Setiap manusia mempunyai nafsu yang harus dikendalikan oleh manusia itu sendiri. Banyak manusia yang tidak dapat mengontrol nafsunya sendiri yang mengakibatkan mereka terperosok dalam kehidupan yang penuh dengan kehinaan. Manusia punya nafsu untuk tidur, tetapi bukan berarti dia harus tidur terus sesuai dengan keinginannya. Nafsu tidur harus dikontrol dan diatur kapan waktunya tidur dan kapan waktunya beraktivitas. Kemudian manusia juga punya nafsu untuk makan yang harus dikontrol dengan makan sesuai dengan proporsi yang diatur oleh Islam. Bukan makan sembarangan, berlebihan, dan makan makanan yang diharamkan oleh Allah SWT. Manusia punya nafsu seksual yang harus senantiasa dijaga, tidak didisalurkan dengan hal-hal yang tidak dibenarkan dalam agama.
Sebagai mahasiswa mungkin nafsu yang paling akrab adalah malas. Istilah sistem SKS(Sistem Kebut Semalam) sangat sering dipakai oleh kebanyakan mahasiswa. Mereka sangat malas dan cenderung menunda-nunda pekerjaan hingga mendekati hari dimana suatu pekerjaan itu harus dikumpulkan. Perasaan malas ini tentu saja sangat berbahaya dan akan merusak generasi. Bila mahasiswa sangat malas, maka makna pendidikan seolah hanya untuk mendapatkan nilai akhir. Sejatinya makna pencerdasan anak bangsa tidak akan pernah tercapai.
2.     Jihad Melawan Syaitan
Jihad yang kedua ini adalah jihad melawan musuh yang nyata bagi manusia seperti yang difirmankan oleh Allah bahwa syetan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Syetan telah bersumpah kepada Allah untuk senantiasa menggoda manusia sampai akhir dunia ini. Syetan tentu saja sangat berpengalaman dalam menjerumuskan manusia. Mereka tidak mati sampai hari kiamat nanti yang tentu sana mereka sangat berpengalaman sekali dalam menjadikan manusia kufur terhadap tuhannya.
Oleh karena itu kita harus senantiasa mengumbandangkan jihad besar-besaran kepada syetan yang sudah berjanji pada Allah akan menggoda kita sehingga kita akan terjerumus dalam tipu muslihatnya. Dalam kehidupan ini ada dua macam syetan, yaitu syetan yang berasal dari golongan jin dan syetan dari golongan manusia.
3.     Jihad Melawan Kaum Fasiq
Kalau kita melihat di lingkungan kita saat ini, mungkin sebagai mahasiswa kita bisa melihat berapa banyak teman kita yang sama-sama muslim, tapi tidak sholat jumat, malas sholat lima waktu, jarang membaca alquran, dll. Parahnya, mereka malah melakukan perbuatan-perbuatan maksiat yang jelas-jelas Allah telah melarang dalam Alquran. Peran kita dituntut disini.
Mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar adalah tugas kita. Mungkin mulai dari keluarga, kerabat, teman dekat, dan selanjutnya kelingkungan yang lebih luas. Jangan buru-buru perang, tapi benahi dulu generasi Islam sekarang ini. Perang pemikiran lebih berbahaya bagi Islam dari pada perang fisik. Dunia barat semakin gencarnya menhancurkan akhlak generasi muda Islam dengan berbagai macam media film, musik, trends, dan obat-obatan terlarang. Dengan cara ini, akan dengan mudah mereka menghancurkan pertahanan ummat Islam. Bagaimana pertahanan kita kalau generasi muda telah hancur?
Pertanyaan itu yang harus kita jawab. Percuma kita perang dengan pedang kalau pemikiran kita telah diracuni sedemikian parahnya oleh bangsa barat. Mereka kalau memakai senjata dan terang-terangan memusuhi umat islam, pastilah mereka akan kalah. Tapi, dengan menghancurkan mental-mental kita, mereka akan dengan mudahnya membinasakan umat Islam.
4.     Jihad Melawan Kaum Munafiq
Jihad kemudian adalah melawan kaum yang mengaku-ngaku menjadi umat Islam, tapi sesungguhnya mereka berusaha untuk memecah dan menghancurkan ummat Islam. Kita tidak tahu keberadaan mereka karena mereka sama-sama Islam, bahkan kadang-kadang ibadahnya luar biasa bagusnya melebihi ibadah kita.
Keberadaan mereka adalah mencari kelemahan umat Islam dan selanjutnya menyerang umat Islam dengan analisis mereka. Ini haruslah diwaspadai bersama. Pertengkaran diantara umat Islam itu adalah salah satu propaganda yang dilayangkan kaum munafiq. Dikala umat Islam ini berselisih pendapat dan menimbulkan perselisihan, apalagi sampai berperang, maka kaum ini akan bertepuk tangan melihat kehancuran umat Islam.
5.     Jihad Melawan Kaum Kafir
Jihad yang terakhir adalah melawan kaum kafir atau berperang dengan senjata. Kalau meraka telah terang-terangan meniupkan api peperangan kepada umat Islam.
Demikian kajian tentang macam-macam jihad dan jihad mana yang krusial untuk dilakukan oleh kita. Serangan mental lebih berbahaya dari pada serangan fisik. Mari kita berlomba-lomba memperbaiki lingkungan kita dengan memmulainya dari lingkungan yang paling kecil. 
    
Sebenarnye terdapat banyak lagi jihad yg terdapat di dalam islam.seorang ibu yang mengandung kan anak nye itu pon dikira sebagai jihad.Begitu juga guru yang mengajar itu pon dikira sebagai jihad.Tapi jihad yang paling utama ialah jihad menentang org2 yg mempersendakan islam dan kafir harbi iaitu kafir yg menentang islam...
                                   Wallahu’alam bissawab